?

Log in

 
 
01 March 2008 @ 01:05 pm
(FANFIC) Takki x Seto : HIMAWARI  


 H I M A W A R I

             Pairing : Takiguchi x Setomaru

             Rating  : PG

             Didedikasihkan untuk seishirou99. Tante ku tersayang, ganbare for the test~!!!



____________________________


____________________________
 

       

Sorot mata mungil itu menatapnya lurus dari helaian anak rambut kecoklatan yang jatuh menutupi hampir sebagian matanya. Sorot mata dari wajah kekanakan yang tak berubah seperti saat pertama kali mereka bertemu. Sorot mata bening kecoklatan yang mampu membuatnya tetap tersenyum di tengah tegangnya gladi resik. Sorot mata yang mampu menghentikan tangis harunya di atas panggung Dreamlive. Sorot mata dingin yang tak pernah dilihatnya sejak mereka berjabat tangan untuk terakhir kalinya di atas panggung perpisahan Absolute Match. Sorot mata bulat yang berbinar tiap kali dia tertawa. Tiap kali terbias kamera. Tiap kali ide nakal terbersit di kepalanya. Sorot mata yang sangat disukainya.

        Takki memandang kembali lembar halaman di tangannya.

        Melepaskan imej dari peran terdahulu bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika peran itu membuat nama kita melambung tinggi. Takki mungkin tak bisa mentasbihkan dirinya sebagai Ooishi Syuichiroh yang sempurna. Namun dia tak menyangkal bahwa betapa beragamnya peran yang dimainkan sebelum maupun setelah myu, tak satupun diantaranya mempunyai kesan yang begitu membekas di hatinya seperti saat memerankan sang wakil kapten dari Seigaku.

Setidaknya untuk saat ini.

Masalah waktu? Takki bertanya pada dirinya sendiri. Mungkin waktu yang membuatku terlalu menghayati peran tersebut, tambahnya. Namun ingatan akan kalimat Watanabe saat reuni mereka sebulan lalu—membuatnya menepis anggapan itu.


Waktu bukanlah hal utama yang membuat kita terbiasa.”


Pandangan Takki kembali mendarat pada sosok bishonen di lembar tersebut.

Pria bermata bening itu tersenyum perlahan.

Begitu pula dengannya.

Sejak awal Seto tak pernah berpikir untuk menjadi seorang pahlawan.

Dia hanya ingin melakukan apa yang bisa dia lakukan.


Telunjuk Takki menyusuri sisi halaman tempat potret Seto terlukis dengan begitu indah.

Sudut bibirnya terangkat.

Meski dibalut dengan kostum dan helaian mawar nan elegan, Seto masih nampak seperti Kikumaru baginya. Mungkin bukan Kikumaru yang sempurna. Namun Kikumaru yang sangat lucu dan lincah. Dengan bola mata berbinar yang ceria. Kikumaru yang mengisi kesibukannya dengan celotehan dan tawa riang, dan Kikumaru yang membuatnya punya alasan untuk selalu tersenyum

Takki terdiam sejenak, lalu tertawa pelan.

Sedikit egois, pikirnya. Seto mungkin sedang berusaha keras melepaskan imej Kikumaru dari sosoknya. Tapi entah kenapa, Takki masih selalu menganggapnya sebagai bagian dari duet Golden Pair mereka yang tak terpisahkan.

Kenapa?

Takki meneruskan anggapannya sembari menerawang.

Memang bukan waktu yang membuatnya terbiasa. Namun apa yang dikerjakan dalam kurun waktu itulah yang membuat memorinya lebih membekas.


Golden Pair yang dipersembahkannya bersama Seto adalah memori yang tak terlupakan


Dia tak pernah mengeluh meski Seto berbicara panjang lebar dengan sikat gigi terselip diantara bibirnya. Dia tak pernah menegur saat Seto bernyanyi keras-keras di sela jam istirahat. Dia tak pernah keberatan saat Seto sibuk berlompatan kesana-kemari waktu mereka latihan. Dia juga tak pernah protes meski Seto sering mengambil fotonya secara diam-diam dari balik kamera handphone. Takki tak pernah keberatan.


         Atau mungkin bisa dibilang tak bisa melarang.


Sama halnya dengan memarahi Doori. Butuh keberanian ekstra untuk bisa menghadapi Seto. Sejak awal, Takki memang tak bisa menunjukkan sikap permusuhan pada pemilik bibir lucu tersebut. Dan jika Seto mulai merajuk dengan bola mata bulatnya meredup seperti anak anjing—maka bisa dipastikan tak ada jalan keluar bagi Takki, selain membiarkan anak itu melakukan apa yang disukainya.

Meski Takki bukan seorang penyemangat seperti Watanabe, pemberi saran yang handal seperti Masa, penghangat suasana seperti Ouji, atau penghibur kocak seperti Jyutta. Tapi Takki adalah pendengar yang baik. Dan walaupun dia jarang bersama Seto di luar backstage, tapi saat sang pemeran Kikumaru itu memerlukannya sebagai tempat curhat, Takki selalu ada di sana.

Seperti beberapa waktu yang lalu.

Saat Seto bercerita tentang syuting pertamanya sebagai Kiva.

Takki hanya mendengarkan. Dan mendengarkan.

Saat Seto menceritakan bagaimana asyiknya bekerjasama dengan rekan-rekan baru.

Takki mendengarkan.

Saat Seto memuji Kato Keisuke yang menurutnya brilian.

Takki mendengarkan.

Saat Seto antusias menganalisa hasil interviewnya dengan berbagai media.

Takki mendengarkan.

Saat Seto merajuk karena dikerjai Kouhei di lokasi syuting.

Takki mendengarkan.


Namun terkadang, Takki tak bisa membiarkan dirinya duduk dan mendengar.


Saat Seto menumpahkan kekesalannya karena kurang istirahat.

Takki akan menelepon dan mengingatkannya untuk minum camomile sebelum tidur.

Saat Seto bersedih karena menerima kritikan dari beberapa milis.

Takki akan menggenggam tangannya dan berbisik lirih, “Jika orang lain tahu bagaimana kerasnya kau berusaha, mereka akan kagum padamu sepertiku sekarang.”

Saat Seto panik setengah mati karena serialnya akan tayang perdana di televisi.

Takki akan menepuk bahunya dan berkata, “Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi esok hari. Jadi tenanglah.”

Dan saat Seto mengeluhkan kegugupannya tiap kali hendak diwawancara.

Takki akan meneleponnya dan berkata,

Tersenyumlah, maka semua akan baik-baik saja.”


................................


Baca apaan sih?.”

Takki mendongak. Sinar matahari menghalangi pandangannya pada sosok yang kini berdiri memelototi apa yang dia pegang. Wajah eloknya masih terbias tetesan air. Sebuah handuk tergenggam di tangan kiri. Tangan kanannya menunjuk kaget.

Oh, majalahku~!!.” Seto berjengit sembari menyambar Hero Vision miliknya dari tangan Takki—“Mou......jangan mengacak-acak tas selagi aku syuting, Takki~!!!.”

Gomen,” sergah pria di depannya. Tersenyum—“Sudah boleh pergi?.”

         Seto mengiyakan, lalu memasukkan kembali handuknya ke ransel dan menjinjingnya di bahu—“Mau periksa sebentar. Kakiku sedikit terkilir.”

         “Eh? Daijobu?!.” Takki mengulurkan lengan—hendak memapah, diliriknya kaki Seto yang terbalut boots. Nampak pincang sebelah—“Sudah kubilang jangan memaksakan diri. Kau terlalu bersemangat, Setomaru.”

         “Maa...maaa....,” Seto menurut saat Takki membantunya berjalan menuju mobil. Tampak Kouhei melambaikan tangan dari seberang. Seto membalas dengan cengiran lebar—kemudian memandang partner Golden Pairnya—

Aku nggak mau setengah-setengah. Apa yang bisa kulakukan, ya kulakukan saja.”

“Tapi kalau berbahaya, lebih baik minta orang untuk menggantikanmu....,” tegur Takki, dibantunya Seto duduk di kursi depan, sementara dia meletakkan bawaan di bagasi sebelum memutar ke belakang kemudi. Seto merebahkan kepalanya di sandaran. Tersenyum lebih lebar.

“Aku ingin melakukannya sendiri,” tukasnya, mengacungkan dua jari—

Kanpeki, kanpeki. Parfecto da ne?.”

         Takki tercengang sejenak. Lalu sembari menghela napas panjang, dia tertawa.

         “Sasuga na....,” dia menyahut—“Setomaru.”

         Seto nyengir—“Besok kau ada pemotretan? Ada syuting? Ada interview?.”

         “.............tidak.”

“Lihat syuting lagi ya?.”

Ha-i.”

         “Yosh~!!! Jalan~!!!.”

         “Ha-i.”


Takki menjalankan mobilnya dengan senyum terkembang.

Mungkin dia memang tak ingin berusaha mengikis bayangan Kikumaru dalam benaknya.

Namun dia mengakui, Seto bukanlah Eiji, Seto bukanlah Chibe, Seto bukanlah Wataru.

Seto adalah Seto.

Bunga Matahari di balik senyum Takki.




____________________________



____________________________



O W A R  I

 
 
Current Location: warnet
Current Mood: bouncybouncy
Current Music: fukkatsu golden pair-takki-seto
 
 
 
tacchintacchin_tasania on March 1st, 2008 07:18 am (UTC)
aku udah baca di multimu~~

keren nei!! jarang nemu fic takki-seto sih!
genichirou_neigenichirou_nei on March 1st, 2008 09:19 am (UTC)
ah, sama-sama.... inspirasinya dari tante cha tuh... lo kapan bikin kento genki lagi?
tacchintacchin_tasania on March 1st, 2008 09:32 am (UTC)
ka-kapan ya? ehe.. ehehehe... belum dapet inspirasi...
ravientravient on March 2nd, 2008 03:50 am (UTC)
aih imut~ X3
berrymilkshakesberrymilkshakes on April 15th, 2012 01:13 am (UTC)
aku suka aku suka aku sukaaa <3<3<3 jarang bngt nemu fic takki setto.. hik.... makasih bnyk ^^