?

Log in

No account? Create an account
 
 
11 February 2008 @ 10:52 am
Fanfic MinaDoori: Resiko  

Rating: G

Pairing: MinaDoori (walau kebanyakan adl dialog antara min2 n ouji)

Timeline: Rikkaimyu Second Service

Disclaimer: Yang jelas mereka bukan punya saya. (-_-;)

Didedikasikan untuktooru_momiji yg Ulang Tahun! Happy Birthday Sepupu! *sodorin boneka Yagyuu*

Cross-Posted to: tacchin.multiply.com

 

RESIKO

 

Pagi itu, seperti biasa, suasana di ruang makan hotel sangat ramai. Para cast sarapan sambil membentuk kelompok dan bercerita banyak hal. Ketika meja yang satu sudah selesai tertawa, meja yang lain mulai tertawa – seperti saling bersahutan. Ada yang berkeliling dari satu meja ke meja yang lain untuk meramaikan suasana. Namun ada juga yang hanya duduk tenang sambil sesekali berbicara seperti Minami Keisuke dan Yagami Ren.

 

“Hari ini juga, ayo kita berjuang Kei-chan.” Ouji tersenyum sambil meneguk kopinya.

 

“Ya! Sampai akhirpun aku akan terus berjuang!” Minami tersenyum.

 

“Kei-cha~n! Kei-cha~n!!” tiba-tiba ada yang memanggilnya dan Minami menoleh ke arah sumber suara. Walau suasananya ramai, Minami dapat langsung mengetahui siapa yang memanggilnya barusan.

 

Ada apa Doori?” Ya, Sakurada Doori-lah yang memanggilnya. Minami yakin, karena hanya Doori yang mengucapkan ‘Kei-chan’ dengan sedikit dipanjang-panjangkan – bahkan terkadang terdengar manja.

 

“Kamu mau makan ini bersamaku?” Doori menyodorkan sepiring kue sambil tersenyum.

 

“Black Cherry Pie?” Minami memandangi kue itu setengah terkejut.

 

“Iya! Mau ya?” Doori berkata penuh harap.

 

“Eh…” Minami terdiam sebentar, lalu sambil menggaruk kepalanya ia melanjutkan “Maaf Doori, tapi aku sedang berbicara dengan Ouji. Kamu makan sama yang lainnya saja ya?”

 

Walau hanya sekejap, Minami melihat ekspresi Doori yang sepertinya terluka, membuatnya sedikit menyesali perkataannya barusan.

 

“Oh, oke… Maaf aku mengganggu kalian.” Dan dengan itu Doori berjalan ke meja terjauh yang masih kosong dan makan sendirian. Melihat itu, Minami menghela napas.

 

“Ne Kei-chan, aku nggak apa-apa kok. Makanya kamu makan sama Doori saja.” Ouji memandang khawatir Minami.

 

“Nggak apa-apa kok Ouji. Begini juga nggak apa-apa.” Minami tertunduk sambil tersenyum sedikit dipaksakan.

 

“Setelah ini PureBoys kan masih sering ketemu, jadi kamu bisa ngobrol denganku kapan saja. Tapi waktumu bersama Doori akan berkurang seiring dengan kelulusan kalian lho. Apa kamu nggak mau menghabiskan waktu lebih banyak dengannya?”

 

Minami terdiam seperti kehabisan kata-kata, matanya tidak menatap Ouji tetapi ke piring bekas Omelet di depannya. Melihat ini Ouji melanjutkan kata-katanya.

 

“Maaf kalalu aku lancang bertanya begini, tapi kenapa kamu menghindari Doori?” kata-kata itu meluncur dengan simpel dari mulut Ouji, namun Minami serasa ditusuk-tusuk mendengarnya “Setiap Doori mengajakmu melakukan sesuatu, kamu pasti menyibukkan diri dengan hal lain. Ya kan?”

 

Merasa kalau Ouji tidak bisa dibohongi, Minami mulai membuka mulut sambil sempat terpikir kalau ‘ternyata Yukimura memang lebih menakutkan dari Tazuka…’

 

“Kamu benar. Aku… menghindari Doori.” Wajah Minami terlihat sedih, matanya sayu “Karena… karena sejujurnya aku bingung.”

 

Ouji hanya diam, seolah meminta Minami untuk meneruskan perkataannya.

“Anak itu… Doori… dia… menyukaiku kan? Bu-bukannya aku GR! Tapi memang begitu kan?”  wajah Minami sedikit memerah tapi setelah melihat anggukan kecil dari Ouji, ia merasa sedikit tenang “Karena itu aku bingung apa yang harus kulakukan. Aku takut kalau kelulusan nanti akan semakin berat baginya kalau kami terlalu akrab. Aku tidak ingin melukainya… lebih dari ini.”

 

“Tapi kalau kalian berpisah dalam keadaan begini, bukannya sama buruknya? Kasihan kan Doori kalau kamu tiba-tiba mendingin begini?” melihat wajah Minami, Ouji melanjutkan “Begini saja, kesampingkan dulu perasaan Doori ke kamu. Kamu sendiri bagaimana? Bukannya kamu juga menderita kalo begini?”

 

“Aku… takut untuk mempercayai perasaan Doori. Aku takut apa yang dirasakannya hanya impuls dari sekitarnya. Kau tahu sendiri kalau Ruito-kun yang dekat dengannya pacaran dengan Saitou-san dan Doori juga sering mendengar tentang Aibacchi dan Shirota-san.”

 

“Lalu?”

 

“Doori masih kecil, aku takut dia belum bisa membedakan rasa sayang pada saudara dengan rasa sayang pada orang yang dicintai. Kalau… kalau dia menyukaiku hanya karena terpengaruh lingkungan, aku rasa aku tidak boleh mengambil kesempatan dalam kesempitan…”

 

“Kei-chan, sekarang jawab aku. Bagaimana perasaanmu pada Doori? Kau suka padanya kan?” Ouji menatap mata Minami dalam-dalam dan Minami, dengan wajah yang sedikit memerah, mengangguk pelan “Kalau begitu kenapa kamu masih di sini? Ayo sana hampiri Doori!!”

 

“Tapi…” Minami berkata pelan, nada bicaranya terdengar ragu.

 

“Kei-chan, ketakutanmu itu kan belum pasti, jadi lupakan saja dulu. Setidaknya untuk saat ini. Bukannya aku menyuruhmu untuk tidak bertanggung jawab, tindakanmu yang ingin menjaga Doori itu bagus, tapi terkadang seorang cowok harus berani ambil resiko lho. Kalau kamu nggak berani bertaruh, nggak akan ada yang terjadi.” Ouji berkata dengan tegas tapi dia tetap tersenyum “Jangan sampai Kei-chan menyesal nantinya.”

 

“Baiklah. A-aku, permisi dulu!”

 

“Dasar merepotkan…” Ouji tersenyum kecil sambil melihat Minami yang berjalan menuju Doori.

 

“Ouji!! Ayo sini!!” Masa melambaikan tangannya.

 

“Iya, sebentar.” Ouji berjalan ke arah meja Rikkai Cast.

 

“Kau tahu? Dari tadi Kane-chan menunggu Ouji lho!”

 

“WOI!!” terdengar suara pemeran Sanada itu dan kemudian mereka tertawa bersama.

 

Sementara itu, Doori yang kesal dengan kata-kata Minami alih-alih memakan Pie-nya malah hanya menusuk-nusuknya dengan garpu. Tiba-tiba ia merasa tidak tertarik untuk ngobrol bersama yang lainnya dan memilih duduk sendirian. Sambil memanyunkan bibirnya ia terus bergumam “Kei-chan bego. Kei-chan nyebelin.” Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dan waktu ia mendongak, yang dilihatnya adalah wajah orang yang paling tidak ingin dilihatnya sekarang.

 

“Kalau kamu tusuk-tusuk begitu, bentuk pie-nya jadi tidak karuan lho. Nih, tukar dengan punyaku saja. Belum kusentuh.” Minami menukar piring mereka lalu duduk di depan Doori.

 

“Ngapain kamu ke sini? Sudah selesai bicara dengan Ouji?” Doori berkata sinis.

 

“Duh Doori… jangan sinis begitu dong. Maafkan aku tadi.” Minami menatupkan kedua tangannya di depan mukanya “Aku sadar sudah jahat sama kamu, makanya aku ke sini.”

 

“Nggak mau.” Doori memalingkan wajahnya “Sana ngobrol lagi sama Ouji!”

 

“Ayo dong… Aku ke sini kan karena aku lebih senang ngobrol sama Doori daripada sama Ouji…”

 

“Pembohong.” Tapi ujung bibir Doori sedikit terangkat.

 

“Bener kok! Kapan sih aku bohong sama kamu? Aku suapin deh, tapi jangan marah lagi ya?”

 

“Benar?” Doori menatap Minami.

 

“Benar. Tapi kamu senyum dulu ya?”

 

“Kei-chan bego…” Doori tersenyum kecil.

 

“Nah begitu kan lebih bagus. Ayo ‘A~’!” Minami mengulurkan potongan pie pada Doori.

 

“Ne Kei-chan…” Doori berkata sambil mengunyah pie.

 

“Hmm?”

 

“Setelah lulus pun kamu masih mau menemui aku kan? Dan aku masih boleh menemui kamu kan?” nada bicara Doori seakan menggambarkan keraguannya.

 

“Tentu saja kan? Kenapa tidak? Terus nanti kita sama-sama makan pie lagi ya?” Minami tersenyum dan senyumnya makin lebar setelah melihat kelegaan di wajah Doori.

 

Minami masih belum tahu rasa sayang Doori padanya itu rasa saying pada orang yang dicintai atau hanya rasa sayang pada saudara. Tapi seperti kata Ouji, kalau dia tidak berani mengambil resiko, mungkin dia akan menyesal nantinya.

 

Minami Keisuke di usianya yang ke 22 sedang bertaruh dengan perasaan Sakurada Doori. Tapi dia tidak menyesal sama sekali, karena yang terpenting baginya adalah masa-masa yang ia lewati bersama Doori dengan penuh kebahagiaan.

 

Owari
 
 
Current Location: home
Current Mood: happyhappy
 
 
 
Kirie Helschkiarie_ecchan on February 12th, 2008 12:18 am (UTC)
Keponakan,akhirnya fic ini kau post ke sini ya,,
tacchintacchin_tasania on February 12th, 2008 02:16 am (UTC)
iye... di sini n di multi... :3
tooru_momiji: baba b'daytooru_momiji on February 23rd, 2008 06:14 am (UTC)
ternyata juga diaplot di sini ya~??? hehehehe...