?

Log in

 
 
30 January 2008 @ 12:15 am
[FIC] Sebuah Pilihan  
Judul : Sebuah Pilihan
Rating : PG (untuk saat ini)
Pairing : YukiSana, RenjiSana, sisanya masih belum ditentukan
Fandom : Tenipuri
Disclaimer : Tenipuri dan semua karakter di dalamnya adalah hak milik Takeshi Konomi

---------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk kesekian kalinya ketua klub tennis Universitas Rikkai menghela napas dan menggelengkan kepalanya, memunculkan kerutan di wajahnya yang feminim. Ia sudah membuat Genichirou marah hari ini. Tidak seharusnya ia mengucapkan hal itu, tapi nasi telah menjadi bubur. Ia tidak bisa menarik kembali kata-kata kasar yang sudah ia ucapkan kepada pemuda berambut hitam tersebut.

‘Cukup Genichirou, aku sudah muak mendengar alasanmu. Aku tahu kalau kau lebih menyukai Renji daripada diriku. Kenapa kau tidak pergi saja dari hadapanku? Aku tidak pernah membutuhkanmu Genichirou. Camkan hal itu baik-baik. Aku tidak pernah memintamu untuk mendampingiku. Kau bebas pergi bersama Renji, aku sudah muak melihat mukamu Sanada Genichirou’

Ia masih bisa mengingat ekspresi Sanada ketika ia mengatakan hal tersebut. Ia hanya menatap ke arah dirinya tanpa berkata apa-apa sebelum ia membalikkan badannya dan pergi menginggalkan ruang ganti. Ia sudah tidak lagi mengenali pemuda yang berdiri di hadapannya. Ia sudah bukan lagi Sanada Genichirou yang dikenalnya. Ia tidak bias lagi mengerti dirinya. Kalau memang ia menyukai Renji, kenapa ia harus menyatakan cinta kepadanya?

Ia merasa dikhianati oleh seseorang yang telah lama ia percaya. Tanpa sadar tangannya bergerak untuk memukul lemari loker yang ada disampingnya untuk melampiaskan kemarahannya. Ia merasa ditipu selama ini. Apakah smua kata-kata yang ia ucapkan kepadanya itu semuanya adalah kebohongan belaka? Ia melempar handuk yang ada di bahunya ke lantai dengan kesal.

“Sanada … apakah aku salah bila aku hanya ingin kau menjadi milikku seorang?” Ia berbisik kepada dirinya sendiri.

Mungkinkah akan ada yang berubah bila ia tidak mengetahui hal itu? Bisakah ia memalingkan mukanya dan berpura-pura seakan kejadian itu tidak pernah terjadi? Tidak, ia tidak mampu melakukan itu semua. Ia bukanlah seorang malaikat, ia tidak bisa memaafkan hal itu begitu saja. Kejadian kemarin kembali terulang di dalam kepalanya. Nama yang keluar dari mulut orang yang dikasihinya itu bukanlah namanya, melainkan nama sahabat baik mereka sejak SMP. Yanagi Renji. Suara Sanada ketika melafalkan namanya masih terus terngiang-ngiang di kepalanya.

Suara telepon genggamnya membuyarkan lamunannya. Ia melihat ke arah layar handphonenya dan menyengitkan keningnya. Apa lagi yang dia inginkan dari dirinya sekarang? Tidak cukupkah ia menyakiti dirinya seperti ini? Ia menelan ludah beberapa kali sebelum akhirnya ia menekan tombol answer.

“Halo?”

“Seiichi … kau belum pulang?”

“Itu tidak ada urusannya denganmu lagi Sanada. Aku bisa mengurus diriku sendiri. Aku bukan anak kecil yang perlu kau khawatirkan. Lebih baik kau mengurusi RenjiMU saja. Selamat malam Sanada.”

Ia segera memutuskan sambungan dan mematikan telepon selulernya sebelum orang itu sempat meneleponnya kembali. Ia sebenarnya tidak bermaksud mengatakan hal-hal sekejam itu kepada Sanada. Sebenci apa pun dia kepada Sanada, ia tidak tetap tidak bisa membuang rasa sayang yang sudah tumbuh di dalam dirinya sejak mereka menjadi sepasang kekasih. Tanpa disadari olehmya, setetes air mata mengalir di pipinya dengan lembut.

“Sanada … apa yang harus kulakukan sekarang? Haruskah aku merelakan dirimu?”

A/N : I made this fic for kaichama, but I still don't know how to end it. So ... I just post the 1st part first. Sorry about that
 
 
Current Mood: calmcalm
 
 
 
ravient: You and me - KouheixKatoKeiravient on January 31st, 2008 07:33 pm (UTC)
LANJUT!!! XDDD

Yukimuranya emo.. ^^;;
Kai Natsuyou: Sanada with Yukimura's Handkaichama on May 1st, 2008 08:08 am (UTC)
lol for me? thanks... ^^ *hugs* btw ur request blom kubikin XD masih awal bgt... mu'un sabar yah ^^
Zetsubou Tokiseraphin_kaegan on May 2nd, 2008 06:05 am (UTC)
wahaha ... it's ok XD

i dont think i can finished this one though ... sorry >.