?

Log in

 
 
26 January 2008 @ 02:53 pm
Fanfic OokawaOno: Lovely Slap  
hai hai! Saya member baru! Mau nge-post fic

Pairing: Ookawa/Ono

Disclaimer: Konomi Takeshi, CLAMP, keluarganya kento, dan keluarganya genki (??)

Warning: OOC dan sedikit ngibul di sana dan di sini… Ya namanya juga fanfic… suka-suka yang ngarang dong soal jalan ceritanya…*ditimpuk*

Cross posted on: tacchin.multiply.com

*************

Tahu kan adegan waktu Yanagi mau ditampar Sanada dan Kirihara menyelamatkannya dengan raket? Itu lho, setelah pertandingan Yanagi dan Inui di Final Turnamen Kanto. Sudah ingat sekarang?

 

Nah, adegan itu merupakan salah satu adegan Kirihara yang paling disukai Ookawa Genki. Menurutnya, pada adegan itu, Kirihara terlihat sangat cool. Karena itu, saat Genki membaca skrip Second Services dan mengetahui bahwa dirinya akan melakukan adegan itu, dia sangat senang sampai-sampai Ouji memandang keheranan.

 

“Ne Genki, kau kenapa cengar-cengir terus? Ada hal menyenangkan apa sih?” begitu kata Ouji dan Genki hanya tersenyum sambil menggeleng pelan.

 

Tapi ternyata, kenyataan tak seindah di manga. Saat latihan dialog sih semuanya masih lancar-lancar saja. Tapi ketika latihan akting sudah dimulai, barulah terlihat bahwa adegan itu cukup sulit. Genki harus menyesuaikan timing mengangkat raket dengan timing tamparan (atau tabokan) Kanesaki. Sering kali tangan Kanesaki sudah mendarat dengan mulus di pipi Kento sebelum Genki sempat mengangkat raket. Kadang raket Genki juga menghantam tangan Kanesaki sampai-sampai si pemeran Sanada itu meringis kesakitan. Namun, tidak ada yang lebih parah daripada kejadian berikut ini.

 

“Tolong tampar aku. Aku telah melanggar janji kita dengan Seiichi.” Kento mengucapkan dialog itu untuk yang kesekian kali.

 

“Baiklah…” Kanesaki juga mengulang dialognya lagi dan mengangkat tangan siap menampar.

 

‘Ini saatnya! Aku tidak boleh gagal lagi! Soalnya ini sudah yang ke 7 kali adegan ini di ulang!’ Genki berkata dalam hati dan bergegas berdiri diantara Kento dan Kanesaki sambil mengangkat raketnya untuk menahan tamparan Kanesaki.

 

“BUH!!!” Kento spontan berkata begitu.

 

Sunyi pun menjemput. Semua orang yang ada di ruang latihan terdiam karena  terkejut dengan suara aneh barusan. Barulah ketika sadar apa yang terjadi, Masa dan Renn tertawa terbahak-bahak. Kemudian yang lainnya pun mengikuti, bahkan Ouji pun terkikik geli di pinggir. Genki melihat ke atas secara perlahan. Matanya membesar setelah mengetahui alasan kento mengeluarkan suara anehnya.

 

Yap. Ookawa Genki tidak sengaja menghantam pipi kiri Ono Kento dengan raket yang seharusnya menyelamatkannya dari tamparan.

 

Kanesaki yang melihat dari dekat sudah ngakak kencang sambil ditepuki punggungnya oleh Jyutta yang juga tertawa. Sementara itu Bachon sibuk menghentikan Masa yang sudah guling-guling di lantai (walau gagal karena dia sendiri ketawa). Kento sendiri hanya berdiri terdiam sambil memegangi pipinya yang kena tabok raket.

 

“G-GAH! KENTO MAAF!!! KAMU NGGAK APA-APA??” Genki langsung membalikkan badannya dan mendongak melihat Kento.

 

“Ah… ya. Nggak apa-apa kok. Cuma kaget aja…”

 

“Lebih baik cepat-cepat kau kompres. Bisa gawat kalau nanti sampai bengkak.” Ueshima mengusulkan di sela tawa lalu berkata pada semuanya “Sementara itu, kita break dulu saja.”

 

“Kalau begitu aku permisi dulu…” dan dengan itu Kento pergi meninggalkan ruang latihan (sambil tetap memegangi pipinya).

 

“Tunggu! Aku ikut!!” Genki berlari kecil untuk menyusul Kento. Melihat itu, Kanesaki tersenyum kecil.

 

“Kenapa Kane-chan?” Ouji bertanya keheranan.

 

“Enggak… aku cuma berharap semoga di pertunjukkan nanti tidak akan ada kejadian seperti ini.” Matanya mengikuti Kento dan Genki.

 

“Nggak apa-apa kan? Biar penonton terhibur…” Renn nyeletuk ngomong sebelum duduk di pinggir.

 

“Kalau beneran gitu, bisa-bisa pipi Kento bengkak sebelah… Lagian Yanakiri momentnya bisa hancur dong.” Masa menjawab sambil joget-joget kecil.

 

“Masa… kamu suka baca doujinshi Rikkai ya?” Jyutta menggaruk-garuk kepalanya melihat tarian Masa lalu duduk di sebelah Renn.

 

“Nggak. Aku lebih suka baca doujinshi Platinum Pair. Habisnya lebih seru sih!” Masa memberi tanda ‘V’ ke Jyutta dan nengok ke Bachon “Ne, Yagyuu?”

 

“Ya. Tentu saja, Niou-kun.” Bachon tersenyum licik sebelum akhirnya memfokuskan diri pada kamera HP-nya dan mulai ber-narsis ria. Jyutta hanya mampu terbelalak horror mengetahui kedua rekannya membaca doujinshi yaoi-an peran mereka dengan santai.

 

Sementara itu , Kento dan Genki sedang ada di Toilet. Kento sedang berkaca melihat pipinya yang semerah apel sembari Genki membasahi handuk dengan air hangat.

 

“Duh, merah banget ya? Sakit?” Genki berkata sambil memberikan handuk basah itu kepadaKento.

 

“Terima kasih.” Kento menerima handuk itu dan mengompres pipinya “Nggak apa-apa kok. Sama sekali nggak sakit.”

 

“Gomen~!! Aku nggak sengaja nabok pipimu!!” Genki memandang khawatir rekannya yang lebih muda itu (tapi jauh lebih tinggi juga).

 

“Nggak apa-apa. Tadi kan cuma keserempet doang. Kayaknya juga nggak bakal sampai bengkak.” Kento berbicara sambil keluar dari toilet “Lagian kalo bengkak juga waktu pertunjukkan pasti sudah sembuh kok!”

 

“Eh, duduk sebentar di sini boleh?” Kento bertanya sambil melihat ke arah sofa di lobi “kata Ueshima-san tadi kita boleh istirahat sebentar kan?”

 

“Ya. Tentu saja boleh.” Genki mengikuti Kento duduk di sofa tapi bibirnya masih cemberut. Kento yang melihat itu cuma menghela nafas sedikit.

 

“Ne Ookawa-san, aku kan sudah bilang nggak apa-apa! Senyum dong!”

 

“Tapi kalau beneran bengkak kan gawat! Aku bisa dibunuh fansmu! Lagian aku juga nggak mau kalau mukamu yang lucu dan manis itu luka!!”

 

“Lucu dan… manis?” pipi Kento memerah. Genki kedap-kedip sampai akhirnya sadar apa yang sudah diucapkannya barusan.

 

“AWAWAWA!!! Mamamaksudku bukan begitu! Eh, maksudku kau memang manis, tapi aku tidak… AH! Aku tidak tahu!!” Genki langsung memalingkan wajahnya yang memerah. Karena Kento juga tidak tahu mau bicara apa, sunyi pun menjemput…

 

“Eh Kento,” Genki memecahkan keheningan dan menoleh ke arah Kento “Jangan benci aku karena melakukan ini ya?”

 

“Eh? Apa mak--” Kento tidak sempat menyelesaikan perkataannya karena tiba-tiba ada sesuatu yang lembut di pipi kirinya. Tak lama kemudian ia sadar bahwa yang terjadi sebenarnya adalah Genki mencium pipi kiri Kento.

 

“Ookawa-san?” Kento menyentuh pipi yang dicium Genki, yang sekarang makin merah karena dia juga tersipu.

 

“A—aku baca di Tsubasa Reservoir Chronicle… katanya kalau bagian yang sakit dicium, akan terasa lebih baik.” Genki berkata dengan muka merah.

 

“Terima kasih…” Kento tersenyum melihat sikap Genki “Tsubasa Reservoir Chronicle itu yang buatan CLAMP itu ya?”

 

Yap! Yang isinya campuran semua karya CLAMP! Seru lho ceritanya! Makin lama misterinya mulai terkuak dan ceritanya makin kelam!!” Genki bercerita dengan mata berbinar-binar “Ah! Maaf. Aku ngoceh hal yang aneh lagi…” Genki langsung menunduk malu.

 

“Nggak apa-apa kok. Menurutku Ookawa-san terlihat manis sekali kalau sedang bercerita dengan semangat begitu.” Kento berbisik pelan.

 

“Eh? Apa? Aku tidak dengar tadi…” Genki bertanya, namun sebelum Kento bisa menjawab, Kanesaki dan Ouji datang.

 

“Hoi! Rupanya kalian di sini! Ayo cepat kembali ke ruang latihan! Ueshima-san mau mengubah skripnya sedikit!” Kanesaki menepuk bahu Genki dan Kento.

 

“Apanya yang diubah?” Kento bertanya.

 

“Posisi Kirihara waktu menahan tamparan Sanada dengan raketnya. Katanya Kirihara lebih baik berdiri di sisi kanan Sanada saja. Kata Ueshima-san sih supaya nggak sampai kejadian Yanagi ketabok raket lagi.” Ouji menjawab datar.

 

“Hu~uh! Aku kan tadi nggak sengaja!” Genki menjawab setengah ketus dan akhirnya mereka semua tertawa.

 

“Eh, Kento!” Genki berbisik ke Kento sembari mereka berjalan kembali ke ruang latihan.

 

“Ya?”

 

“Yang tadi… rahasiakan dari yang lainnya ya?” Genki berbisik pelan, tidak ingin ada yang mendengarnya selain Kento. Untungnya Kanesaki sedang sibuk cerita ke Ouji soal restoran yang enak (“Bagaimana Ouji? Sehabis latihan nanti mau ke sana? Nasi gorengnya enak lho!”).

 

“Baiklah.” Kento tersenyum dan mengulurkan jari kelingkingnya “Kalau begitu ini jadi rahasia kita berdua?”

 

Yap! Janji jari kelingking! Yang ingkar akan makan seribu jarum!” Genki mengulurkan jari kelingkingnya juga. Dan dengan itu, rahasia kecil barusan hanya mereka berdua yang tahu, atau begitulah yang mereka kira karena ternyata ada dua sosok ‘setan’ yang dari tadi mengintip mereka dari kejauhan.

 

“Whew, untung kita nggak ketahuan Kanesaki dan Ouji waktu sembunyi di balik dinding ya?” Masei menghela nafas lega.

 

“Iya, aku sudah takut kita bakal ketahuan.” Di sebelahnya, Yanagishita juga menghela nafas. “Ngomong-ngomong Mabou, tadi semuanya sudah kau potret dengan jelas kan?”

 

Yap! Tentu saja! Data bagus begitu kan sayang kalau tidak direkam. Tunggu sampai Shinpei dan yang lainnya lihat!” Masei nyengir sambil melihat ke arah kamera digital di tangannya.

 

“Judulnya ‘Cinta bersemi diantara Yanagi dan Kirihara’! Woohoo! Pasti semuanya bakal suka!!” Yanagishita tertawa licik.

 

Owari(?).

 

*************

NB: sekali lagi, fanfic ini murni 100% adalah khayalan saya alias Kento yang asli nggak pernah ketabok raket sama Genki (mungkin...)!!

 
 
Current Location: home
 
 
 
seishirou99: masaseishirou99 on January 26th, 2008 10:31 am (UTC)
<3

hihihi...
tacchintacchin_tasania on January 27th, 2008 06:46 am (UTC)
hihihi....

knapa ma? XD
akira: ono/ookawa-heart <3akirasama on January 26th, 2008 12:36 pm (UTC)
"...katanya kalau bagian yang sakit dicium, akan terasa lebih baik."

oh Genki, you sweetie ♥
tacchintacchin_tasania on January 27th, 2008 06:47 am (UTC)
eeto... agak OOC yah??

maap, ini saya bikin pas awal2 demen ma genki-kento... >__
akira: ono kento-smileakirasama on January 27th, 2008 06:56 am (UTC)
GPP. HUAHAHAHAH. GW CINTA BGT MA OOKAWA/ONO >w< they're like, my Tenimyu OTP ;3
tacchintacchin_tasania on January 27th, 2008 06:59 am (UTC)
akirasama yg nulis room 151 kan? dulu pas jaman2 saya belum punya LJ, saya baca fic itu dan karena itu saya jadi suka sama Ookawa/Ono juga!!

saya harus berterima kasih sama anda!! XD
akira: ono/ookawa-heart <3akirasama on January 27th, 2008 07:01 am (UTC)
hahahaha sama2 ;))
ravient: Platinum Pairravient on January 27th, 2008 04:08 pm (UTC)
kyaaa~ u made my day night!! XD

gw ngakak pas baca MasaBaba baca PP doujin~ well, itu ga diragukan lagi seh~ XD ma genki baca Tsubasa Chronicle! XDD
tacchin: genkitacchin_tasania on January 28th, 2008 01:37 am (UTC)
ehehe... arigatou... :)


saya juga gx ragu2 amat kalo masababa baca doujin PP.. kalo masa bisa bikin fic singkat soal PP pas ultah niou, gx menutup kemungkinan dia juga baca doujinnya! XP
ravient: KatoKeiravient on January 28th, 2008 05:20 pm (UTC)
wakakka!!! itu sangat benar sekali~ XDD
SGranitayaoi_fun_fan on April 25th, 2012 05:30 am (UTC)
uh pasangan ini emang so sweet ah >w<
ananananana~